
Sebagai peternak sapi perah, kita semua tahu bahwa pakan merupakan komponen biaya terbesar, bisa mencapai 60-70% dari total biaya operasional. Namun, tahukah Anda bahwa memberikan rumput segar sebanyak-banyaknya belum tentu menjamin kebutuhan nutrisi sapi Anda terpenuhi. Apalagi jika pemberian pakan hanya berdasarkan “kebiasaan” yang sudah dilakukan peternaklainnya.
- Memahami Berat dan Volume
Seringkali kita merasa sudah memberi makan banyak karena melihat tumpukan rumput yang menggunung. Padahal pakan segar biasanya mengandung air lebih dari 70%. Artinya, sebagian besar berat yang dibawa hanyalah air, bukan nutrisi utama.
Dalam dunia nutrisi ternak, kita harus mengenal istilah Bahan Kering (BK)—yaitu bagian pakan yang tersisa setelah seluruh kandungan airnya dihilangkan. Di dalam Bahan Kering inilah tersimpan protein, energi, dan mineral yang dibutuhkan sapi untuk menghasilkan susu.
Untuk mengetahui BK pakan segar, sebaiknya dilakukan analisis proksimat di labrotarium pakan, untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Karena kualitas hijauan sangat bervariasi, bergantung jenis hijauan, musim, kondisi tanah, sistem penananam, dll. Sedangkan BK pakan kering, terutama produksi pabrikan, biasanya informasi BK sudah tertera dalam label kemasan pakan.
- Mengapa Sapi Tidak Boleh Hanya Diberi Hijauan Segar?
Meskipun rumput segar sangat disukai sapi (palatabilitas tinggi) dan mengandung vitamin alami, mengandalkannya secara tunggal sangat berisiko. Hal ini dikarenakan:
- Keterbatasan kapasitas perut (Dry Matter Intake/DMI)
Sapi memiliki batas fisik dalam mengonsumsi pakan (Dry Matter Intake). Jika hanya diberi pakan segar, perut sapi akan lebih dulu penuh oleh air sebelum kebutuhan energinya tercukupi. Hal ini sangat berbahaya terutama pada masa transisi dan awal laktasi, momen ketika sapi butuh energi padat untuk produksi susu.
- Kandungan nutrisi yang tidak stabil
Kadar air dalam rumput segar berubah drastis tergantung musim hujan atau kemarau. Jika peternak tidak menghitung kadar BK, maka asupan nutrisi sapi akan naik-turun sepanjang tahun.
- Risiko cepat busuk
Pakan segar lebih cepat berjamur dibandingkan pakan kering jika tidak segera dikonsumsi.
- Pentingnya Keseimbangan Ransum
Memberi pakan sapi sangat penting dengan menjaga keseimbangan timbangan. Di satu sisi, sapi butuh pakan kering (seperti konsentrat) untuk mendapatkan energi padat. Di sisi lainnya, sapi tetap butuh hijauan/pakan segar untuk menjaga kesehatan rumen (perut besar) dan kadar lemak susu.
Jika sapi kekurangan hijauan (kurang dari 35% total BK), mereka berisiko terkena penyakit Asidosis (SARA). Namun, jika hanya diberi hijauan, produksi susu tidak akan maksimal karena kekurangan tenaga.
- Tips Praktis
Agar ternak tidak kekurangan nutrisi, selalu gunakan standar Bahan Kering (BK) dalam menghitung kebutuhan pakan. Sebagai panduan umum:
- Hitung kebutuhan harian
Sapi umumnya membutuhkan Bahan Kering sebanyak 2-3% dari berat badannya.

- Gunakan kombinasi
Susunlah proporsi yang sesuai berdasarkan berat bahan keringnya, misalnya 60% hijauan dan 40% konsentrat, atau bisa juga 50% hijauan dan 50% konsentrat. Proporsi ini tentunya akan bervariasi bergantung pada bobot badan, status reproduksi, dan tingkat produksi susu.
- Konversi ransum dari basis BK ke basis pemberian pakan segar (as-fed)
Langkah ini untuk menyesuaikan perhitungan berat pakan dengan kadar air asli bahan pakan saat akan diberikan ke ternak.

Jangan hanya melihat berat pakan saat diberikan (as-fed), tetapi lihatlah kandungan nutrisi di dalamnya. Dengan memahami konsep Bahan Kering, Anda bisa memberikan pakan yang lebih efisien, menjaga kesehatan sapi, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan peternakan Anda.
Contoh penghitungan: Seekor sapi memiliki bobot 300 kg. Pakan yang diberikan adalah rumput odot (BK 20%) dan konsentrat (BK 88%). Berapa total pakan yang sebaiknya diberikan?
- Menghitung kebutuhan BK harian
BK harian = 300 kg x 3% = 9 kg
- Menghitung proporsi pakan (asumsi)
BK dari odot = 60% x 9 kg = 5,4 kg
BK dari konsentrat = 40% x 9 kg = 3,6 kg
- Konversi ke berat pakan asli

Jadi sapi tersebut bisa diberikan pakan berupa rumput odot sebanyak 27 kg dan konsentrat sebanyak 4,09 kg.