
Pada tulisan sebelumnya, kita melihat betapa besarnya kerugian akibat mastitis: jaringan ambing rusak, produksi susu merosot, susu ditolak koperasi/IPS (Industri Pengolahan Susu), hingga sapi terpaksa diafkir lebih cepat. Ternyata, mencegah mastitis tidak membutuhkan teknologi mahal atau obat impor. Kita hanya perlu kedisiplinan menjalankan hal-hal kecil yang sama setiap hari.
Logika pencegahan mastitis sebenarnya sangat sederhana dan berpusat pada tiga tujuan: mengurangi bakteri yang menempel di kulit puting, mempersempit kesempatan bakteri untuk masuk, dan memutus rantai penularan antar sapi. Agar mudah diterapkan, mari kita urutkan langkah-langkah konkrit ini dari persiapan kandang hingga evaluasi rutin.
- Lingkungan: Kering dan Bersih
Sapi berbaring 10-14 jam sehari. Jika lantai kandang basah dan penuh kotoran, ambing sapi sama saja sedang direndam dalam kolam bakteri. Celup puting semahal apa pun tidak akan efektif jika kandang kotor.
- Bersihkan kotoran minimal dua kali sehari, terutama di area sapi berbaring.
- Pastikan lantai tidak menggenang. Kemiringan lantai dan saluran pembuangan harus lancar. Jika memakai alas (jerami/serbuk gergaji), segera ganti jika lembap.
- Jaga ventilasi dan sinar matahari. Kandang yang terang dan kering membuat bakteri sulit berkembang biak.
- Urutan dan Prosedur Pemerahan (SOP Pemerahan)
Waktu memerah adalah saat paling rawan. Kesalahan di sini bisa menularkan bakteri ke seluruh kandang. Atur urutan pemerahan dengan disiplin: perah sapi sehat, diikuti sapi dengan hasil CMT positif ringan, dan terakhir sapi yang sedang/pernah mastitis klinis. Gunakan langkah pemerahan berikut setiap hari:
- Cuci tangan sebelum memerah. Gunakan sabun dan air mengalir. Disarankan memakai sarung tangan karet karena lebih mudah dibersihkan dan tidak berpori seperti kulit.
- Bersihkan ambing dengan air mengalir. Hindari menggunakan satu ember air untuk beramai-ramai. Air hangat sangat baik untuk merangsang turunnya susu.
- Keringkan ambing dengan lap individu, atau tisu sekali pakai. Satu sapi, satu lap. Menggunakan satu lap untuk semua sapi sama dengan memindahkan penyakit. Gunakan lap kain yang dicuci dan dijemur setiap hari. Pastikan ambing benar-benar kering.
- Cek pancaran awal (strip cup). Buang 3-4 pancaran susu pertama ke dalam cangkir bertutup hitam. Ini cara termurah mendeteksi mastitis klinis (gumpalan/perubahan warna). Jangan buang susu awal ke lantai kandang.
- Lakukan pre-dipping (celup sebelum perah). Celupkan minimal ⅔ bagian puting ke larutan. Biarkan 30 detik agar bakteri mati, lalu seka sampai kering dengan lap bersih. Langkah menyeka ini wajib agar larutan kimia tidak masuk ke dalam susu setoran.
- Perah tepat waktu (60-90 detik setelah rangsangan). Hormon pendorong susu (oksitosin) hanya bekerja 5-8 menit. Perah sampai tuntas, lalu segera berhenti. Memerah berlebihan pada ambing kosong akan melukai jaringan puting.
- Lakukan Post-Dipping (celup setelah perah). Segera setelah alat perah dilepas, celupkan puting sampai seluruh permukaannya terlapisi. Jangan diseka. Biarkan larutan mengering sendiri untuk membentuk lapisan pelindung di lubang puting yang masih terbuka.
- Beri pakan segera setelah diperah. Lubang puting butuh 20-30 menit untuk menutup rapat. Memberi pakan akan memaksa sapi tetap berdiri dan makan, mencegah mereka langsung berbaring di lantai kandang.
- Manajemen Alat dan Larutan Celup (Teat Dipping)
Celup puting adalah pencegahan utama dengan biaya termurah, tetapi sering salah kaprah dalam penerapannya. Gunakan larutan khusus celup puting (seperti Iodine, Klorheksidin, atau Asam Laktat) yang mengandung pelembap (seperti gliserin) agar kulit puting tidak pecah-pecah. Sebaiknya pilih produk celup puting komersial yang siap digunakan dan sudah teruji. Larutkan sesuai dengan petunjuk penggunaan untuk hasil terbaik. Hal-hal yang perlu diperhatikan berikutnya antara lain:
- Pilih mencelup daripada menyemprot. Mencelup memberikan pelapisan yang jauh lebih merata menutupi seluruh permukaan puting.
- Gunakan cangkir celup non-return. Pilih wadah yang tidak membuat sisa cairan kembali ke botol utama.
- Jangan gunakan ulang larutan. Buang sisa larutan di cangkir, cuci bersih cangkirnya setiap hari. Jangan pernah mengembalikan sisa cairan ke botol induk.
- Rawat mesin perah (jika ada). Periksa tekanan vakum secara berkala. Ganti karet liner setiap 2.000 kali pemerahan (sekitar 6 bulan). Gantung alat terbalik setelah dicuci agar kering sempurna.
- Perawatan Ekstra
- Masa kering (60 hari sebelum melahirkan) adalah masa perbaikan ambing sekaligus masa rawan infeksi baru. Hentikan pemerahan secara mendadak (bukan bertahap) dan kurangi pakan basah agar susu cepat berhenti. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk pemberian antibiotik masa kering (dry cow therapy) atau penyumbat puting internal (teat sealant) guna melindungi ambing selama masa istirahat.
- Lakukan pemeriksaan California Mastitis Test (CMT) sebulan sekali pada semua sapi laktasi. Catat hasilnya secara rutin (tanggal, identitas sapi, kuartir yang bermasalah, dan tindakan). Catatan ini membantu Anda melihat pola penyakit.
- Pisahkan dan periksa sapi yang baru dibeli sebelum digabung ke kandang utama
- Penuhi kebutuhan air dan nutrisi pakan (terutama Selenium, Vitamin E, dan Zinc) agar daya tahan tubuh sapi kuat.
Jika uraian di atas terasa terlalu banyak untuk dimulai sekaligus, fokuslah pada tiga langkah paling berdampak: gunakan satu lap kering untuk satu sapi, lakukan post-dipping tanpa diseka setiap selesai memerah, dan beri pakan segera setelah perahan agar sapi tetap berdiri. Tiga kebiasaan yang dilakukan rutin ini sudah cukup untuk menurunkan kasus mastitis secara drastis, mengamankan kesehatan sapi, dan memastikan pendapatan Anda tidak hilang sia-sia. Jika Anda sudah terbiasa dengan tiga langkah ini, Anda bisa mulai menambahkan kebiasaan baik lainnya untuk pencegahan mastitis.