
Di daerah tropis, tantangan terbesar peternak bukan hanya soal pakan, melainkan cekaman panas (heat stress). Sapi yang kepanasan akan makan lebih sedikit, sehingga produksi susu turun drastis. Sedangkan sapi yang nyaman dengan lingkungannya akan makan lebih banyak, lebih jarang sakit, dan memberikan keuntungan tambahan bagi Anda. Karena itu, memilih ras yang tepat sangatlah penting agar peternakan tetap untung secara berkelanjutan.
- Mengenal Jenis Sapi
Setiap jenis sapi memiliki keunggulan dan kebutuhan yang berbeda. Berikut adalah perbandingannya:
| Jenis Sapi | Karakteristik Utama | Kelebihan & Kekurangan |
| Friesian-Holstein (FH) | Produksi susu sangat tinggi (volume besar) | (-) Sensitif panas, butuh pakan berkualitas tinggi dan manajemen intensif |
| Persilangan (Friesian-Sahiwal/Ongole) | Lebih tangguh di cuaca panas | (+) Lemak susu tinggi (4–4,2%), daya tahan tubuh kuat, lebih cocok di Indonesia |
| Jersey & persilangannya | Tubuh lebih kecil, tahan panas | (+) Susu sangat gurih (lemak 4,5–5%), sapi cenderung lebih sehat di lingkungan tropis |
| Girolando | Ras populer di Brasil | (+) Kombinasi terbaik antara produksi volume tinggi dan ketahanan tropis |
| Norwegian Red | Ras Eropa yang adaptif | (+) Performa reproduksi dan kesehatan ambing lebih baik dari ras subtropis lainnya |
- Mengapa Persilangan (Crossbreeding) Dianggap Lebih Menguntungkan?
Banyak peternak sukses kini beralih ke sapi persilangan. Hal ini dikarenakan adanya efek heterosis, di mana anak hasil persilangan memiliki kualitas yang lebih baik daripada induknya dalam hal vitalitas (sapi lebih kuat dan tidak mudah sakit), fertilitas (lebih mudah bunting dan siklus reproduksi lancer), longevity (masa produktif sapi di kandang lebih lama), dan One-Minute Cow (sapi yang mandiri dan tidak memerlukan perawatan ekstra yang menyita waktu peternak).
- Kerugian Akibat Panas (Heat Stress)
Jangan remehkan udara panas. Tanpa penanganan, Anda bisa kehilangan potensi pendapatan per ekor sebagai berikut:
- Penurunan volume: produksi bisa turun 10–20% karena nafsu makan sapi berkurang.
- Penurunan kualitas: kadar lemak dan protein turun, sehingga harga jual ke koperasi lebih murah (selisih Rp200–Rp400 per liter).
- Biaya kesehatan: risiko radang ambing (mastitis) dan kegagalan inseminasi (IB) meningkat.
Jika tidak ditangani, Anda bisa kehilangan potensi pendapatan Rp300.000 – Rp500.000/bulan/ekor.
- Sapi Nyaman, Susu Maksimal
Jika Anda belum bisa mengganti jenis sapi saat ini, langkah-langkah sederhana berikut dapat meningkatkan pendapatan Anda:
- Strategi pemberian pakan & air
- Berikan pakan pada pagi buta dan malam hari saat suhu udara sejuk agar sapi makan lebih lahap.
- Potong rumput saat masih muda dan hijau (nutrisi lebih tinggi).
- Sediakan air bersih tanpa batas (ad libitum). Ingat, 87% kandungan susu adalah air. Sapi yang haus tidak akan menghasilkan susu.
- Campurkan konsentrat sederhana (dedak, ampas tahu) dan berikan blok mineral/garam untuk menjaga keseimbangan tubuh sapi.
- Lingkungan kandang
- Pastikan aliran udara lancar dan ada peneduh (shade) yang cukup.
- Basahi lantai kandang sebelum memerah untuk menurunkan suhu area sekitar.