Manajemen Sapi “Fresh” Untuk Mencapai Puncak Produksi Susu

Masa-masa setelah sapi melahirkan ibarat ujian sebenarnya di kandang. Perawatan yang sudah kita lakukan selama masa kering kandang bisa sia-sia kalau penanganan pasca-melahirkan ini berantakan. Pada fase ini, dibutuhkan pengawasan ekstra dan kerja sama tim yang kompak di lapangan, mulai dari anak kandang, paramedik, hingga dokter hewan. Tujuannya memastikan sapi bisa produksi susu maksimal tanpa sampai jatuh sakit, serta bisa berahi lagi tepat waktu.

Apa Itu Masa “Fresh” pada Sapi Perah?

Masa fresh adalah masa kritis sekitar 14-21 hari (2-3 minggu) pertama setelah sapi melahirkan. Di masa ini, tubuh sapi seperti “kaget” karena dipaksa berubah drastis. Sapi dituntut segera memproduksi susu (kolostrum) dalam jumlah banyak, padahal nafsu makannya masih sangat rendah. Akibatnya, sapi mengalami rentan mengalami tekor energi (Negative Energy Balance), gampang stres, imunnya turun, dan rawan ambruk.

Kunci Sukses Manajemen Sapi Fresh

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama masa fresh meliputi pemantauan kesehatan, pemberian asupan nutrisi yang cukup serta lingkungan yang nyaman untuk sapi. Pemantauan kesehatan sebaiknya dilakukan setiap pagi untuk mencegah terjadinya penyakit. Hal-hal yang harus dicek/diberikan oleh peternak antara lain:

  1. Cek suhu tubuh. Normalnya sapi itu 38,5°C – 39,5°C. Kalau suhunya di atas 39,5°C, berarti ada infeksi.
    1. Cek aktivitas dan makan sapi. Kalau kelihatan lesu, telinganya turun ke bawah, atau pakan sering sisa (nggak mau makan), ini tanda bahaya.
    1. Pantau cairan yang keluar dari alat kelaminnya (lochia). Kalau warnanya aneh dan baunya busuk, itu tanda awal rahimnya infeksi.
    1. Begitu selesai melahirkan, sapi pasti lemas. Langsung berikan 20-40 liter air hangat yang dicampur mineral dan energi booster. Ini ibarat “jamu” untuk mencegah sapi ambruk (milk fever), mengatasi dehidrasi, dan bikin perut (rumennya) cepat terisi lagi.
    1. Berikan hijauan terlebih dahulu, baru disusul konsentrat. Ini penting biar asam lambungnya stabil. Dorong sapi biar mau makan sedikit-sedikit tapi sering supaya energinya nggak tekor.
    1. Sapi fresh itu masih lemah, jangan sampai mereka harus rebutan pakan atau tempat minum dengan sapi lain. Sebaiknya isi kandang maksimal 80% saja dari kapasitas normal, atau tempatkan sapi ini di kandang fresh (fresh pen).
    1. Habis melahirkan, lubang puting sapi masih kebuka lebar. Kalau alas kandangnya kotor dan becek, bakteri penyebab mastitis akan sangat gampang masuk.

Jika menemukan adanya kelainan atau sapi tampak sakit, segera hubungi tenaga kesehatan hewan. Kalau masa 21 hari ini diabaikan, peternak harus siap-siap rugi besar. Sapi menjadi gampang banget tumbang kena penyakit (Ketosis, LDA-Left Displasia Abomasum, infeksi rahim, atau mastitis). Sapi yang sakit-sakitan di minggu pertama, jangan harap produksi susunya bisa ngejar target. Dan yang paling menyedihkan, gagal di masa fresh sering bikin sapi terpaksa dijual murah atau mati di bawah 2 bulan setelah melahirkan. Peternak kehilangan sapi produktif sebelum dia sempat ngasih untung.

Namun, ketika kita telaten dalam mengawal sapi fresh ini, tentu bayarannya sangat sepadan. Sapi yang sehat di masa awal ini, puncak produksi susunya bakal melimpah ruah dan bertahan lama. Selain itu, karena kebutuhan energinya pas dan rahimnya sehat, sapi akan lebih cepat birahi lagi, sehingga siklus reproduksi jadi lancar. Semua hal tersebut tentunya tidak hanya meningkatkan pendapatan usaha kita, tapi juga menurunkan pengeluaran untuk pembelian obat-obatan mahal saat sapi terlanjut kritis atau kerugian karena sapi harus diafkir.