
Mastitis adalah peradagan jaringan internal ambing (mamae) yang cukup sering menyerang sapi perah. Penyakit ini bersifat multifaktorial (kompleks) karena penyebab penyakit beragam (bakteri, virus, toksin, luka), tingkat peradangan bermacam-macam, lama sakit cukup bervariasi, dan akibat yang ditimbulkan juga berbeda-beda. Mastitis juga termasuk penyakit yang sulit disembuhkan.
Jika seekor sapi terkena mastitis, maka produksi susu akan menurun, kualitas susu rendah sehingga harga jual menurun, susu ditolak karena tidak memenuhi standar, atau bisa jadi susu menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Kondisi terburuk adalah penyakit tidak bisa disembuhkan dan ambing tidak berfungsi lagi, sehingga terpaksa sapi harus diafkir (culling). Tentunya hal ini bisa mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi peternak.
- Jenis Mastitis
Penting sekali bagi peternak untuk membedakan jenis mastitis secara umum. Berdasarkan gejalanya, mastitis dibagi menjadi mastitis klinis dan mastitis subklinis. Mastitis klinis memiliki tanda yang terlihat jelas seperti ambing bengkak, merah, keras, panas, dan sapi terasa nyeri saat disentuh. Dan biasanya susu menggumpal atau pecah.
Sedangkan mastitis sub-klinis biasanya tidak menunjukkan gejala yang nyata. Justru kondisi seperti ini yang sangat merugikan. Tidak tampak ada gejala fisik pada sapi, peternak merasa semuanya baik-baik saja, tapi ternyata ada masalah besar yang sedang bersembunyi. Bisa jadi infeksi akan menyebar ke seluruh kawanan tanpa diketahui. Biasanya mastitis jenis ini bisa dideteksi lewat pengecekan jumlah sel somatik (SCC) yang tinggi.
- Cara Mudah Deteksi Dini di Kandang
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendeteksi adanya mastitis pada sapi perah. Langkah ini perlu dikerjakan setiap hari sebelum memerah susu:
- Pemeriksaan pancaran pertama (fore-stripping). Perah pancaran susu pertama ke wadah khusus berwarna gelap, atau bisa juga menggunakan black strip cup. Sebaiknya jangan membuang pancaran pertama ke lantai karena kuman bisa menyebar. Tanda bahaya teramati ketika susu terlihat berair, ada gumpalan, atau serpihan.
- Perabaan ambing. Peternak perlu merasakan suhu dan tekstur ambing secara manual. Waspadai jika ambing terasa lebih panas, lebih keras, atau sapi menunjukkan tanda kesakitan saat ambing disentuh.
- Uji CMT (California Mastitis Test). Pengecekan susu dengan kit reagen CMT untuk mendeteksi mastitis sub-klinis yang tidak terlihat mata. Pengecekan ini perlu dilakukan secara periodik, terutama jika peternak memiliki sapi perah dalam jumlah banyak. Prosedur pengecekan meliputi:
- Buang pancaran susu pertama
- Tampung susu dari tiap puting ke 4 cangkir alat CMT
- Masukkan cairan reagen ke dalam susu (jumlah sama banyak dengan susu)
- Aduk selama 30 detik
- Jika campuran mengental seperti gel, berarti sapi positif terinfeksi.
| Skor CMT | Kondisi | Jumlah Sel Somatik (sel/ml) |
| 1 (negatif) | Tetap cair | 100.000 – 300.000 |
| 1 (positif) | Mengental jelas | 400.000 – 1 juta |
| 2-3 (positif) | Menjadi gel lengket | >1 juta |
Penting sekali bagi peternak untuk mengejar jumlah sel somatik (JSS) rendah, karena ia termasuk ukuran kesehatan ambing. Ketika susu bermasalah (JSS di atas 400.000 sel/ml) biasanya disertai dengan penurunan produksi susu hingga mencapai 2,2 L/hari. Sedangkan jika susu bersih dengan JSS rendah biasanya dihargai lebih mahal oleh koperasi.
- Tindakan yang Perlu Dilakukan Jika Sapi Terinfeksi
Jika peternak menemukan tanda mastitis pada sapi yang dipelihara, maka segera lakukan prosedur berikut ini:
- Tandai sapi yang sakit (bisa dengan beri tanda di papan tulis kandang)
- Sapi yang sakit WAJIB diperah paling terakhir. Ini mencegah bakteri menular ke sapi sehat melalui alat perah atau tangan Anda
- Perah sampai benar-benar habis (milk out) agar bakteri keluar dari ambing
- Jangan mencampur susu sapi sakit ke tangki utama. Susu ini mengandung bakteri/antibiotik yang bisa menyebabkan seluruh susu ditolak koperasi
- Jangan berikan susu ke pedet karena susu dari sapi mastitis berbahaya bagi kesehatan anak sapi.
- Hubungi dokter hewan untuk pengobatan antibiotik yang tepat. Jangan asal suntik antibiotik sendiri untuk mencegah kekebalan bakteri.
- Pencegahan
Mencegah selalu lebih murah daripada mengobati. Karena itu, peternak bisa menggunakan metode berikut ini:
- Cuci tangan dan bersihkan ambing sebelum pemerahan dimulai.
- Perah dengan lembut dan pastikan ambing kosong sepenuhnya (milk out completely). Jangan memerah terlalu lama (over-milking) karena dapat merusak ujung puting dan meningkatkan risiko masuknya bakteri.
- Segera celupkan atau semprot puting dengan larutan iodin atau barrier dip setelah selesai memerah untuk membunuh kuman. Saluran puting tetap terbuka selama 20-30 menit setelah diperah—ini adalah pintu masuk utama bakteri.
- Berikan pakan segar segera setelah memerah agar sapi tetap berdiri dan tidak langsung berbaring saat saluran puting masih terbuka.
- Pastikan alas tempat sapi berbaring tetap kering dan bersih. Penggunaan pasir atau serbuk gergaji segar yang diganti setiap hari sangat disarankan untuk mengurangi jumlah bakteri lingkungan seperti E. coli.
- Di iklim tropis, pastikan sirkulasi udara yang baik dan naungan yang cukup. Sapi yang kepanasan memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah.
- Hindari kepadatan berlebih (lebih dari 10% kapasitas) dan bersihkan lantai kandang secara rutin.
- Masa kering adalah periode kritis di mana risiko infeksi sangat tinggi, terutama pada minggu pertama dan terakhir sebelum melahirkan. Karena itu, perah sapi sampai benar-benar kosong, bersihkan dan desinfeksi puting, lalu gunakan antibiotik masa kering (dry-cow antibiotics) atau penyegel puting (sealants) sesuai saran dokter hewan.
- Jika menggunakan mesin perah, pastikan alat berfungsi optimal:
- Pastikan level vakum stabil (antara 36-40 kPa pada cluster) untuk menghindari cedera pada ujung puting.
- Ganti karet liner secara rutin, biasanya setelah 2.500 kali pemerahan, karena karet yang aus dapat menyimpan bakteri dan melukai puting.
- Kontrol penyakit lain seperti ketosis, asidosis rumen, dan kelumpuhan (laminitis) karena dapat menurunkan daya tahan tubuh sapi sehingga lebih mudah terkena mastitis.
- Gunakan indeks kesehatan ambing (Udder Health Index) saat memilih pejantan untuk pembibitan. Sapi dengan struktur ambing yang baik (penggantung kuat dan letak puting simetris) cenderung memiliki kasus mastitis yang lebih sedikit.