
Punya sapi dengan bibit unggul saja tidak cukup. Tanpa pakan yang benar, potensi genetik sapi Anda akan sia-sia. Sapi hanya dapat mencapai potensi genetiknya, jika asupan nutrisi terpenuhi antara kebutuhan hidup pokok dan produksi susu. Berikut adalah panduan sederhana mengatur menu harian sapi agar produksi susu tetap stabil dan berkualitas:
1. Kualitas Pakan
Jangan tertipu dengan tumpukan rumput yang menggunung. Yang terpenting adalah nutrisi yang terkandung di dalamnya.
- Bahan kering. Rumput segar itu 75-85% isinya cuma air. Nutrisi sebenarnya ada pada bahan keringnya (sudah pernah kita bahas dalam artikel berjudul ‘Rahasia Sukses Sapi Perah Melalui Perhitungan Bahan Kering (BK) Pakan’). Jadi, pastikan sapi tidak hanya kenyang air, tapi benar-benar makan nutrisi.
- Protein bypass untuk produksi tinggi. Sapi butuh protein. Untuk sapi yang produksi susunya tinggi, mereka butuh protein spesial (protein bypass) yang langsung diserap usus, bukan habis terdegradasi di dalam rumen. Salah satu sumber terbaiknya ada pada bungkil kedelai.
- Serat. Sapi harus memamah biak. Serat dari hijauan memicu air liur yang berfungsi secara alami menjaga agar perut sapi tidak asam (asidosis). Jangan beri konsentrat terlalu banyak, maksimal 60% konsentrat dan minimal 40% hijauan (berdasarkan BK, bukan bobot segar) untuk menjaga kesehatan pencernaan.
2. Kuantitas Pakan
Jumlah pakan kering yang masuk ke perut sapi setiap hari disebut asupan bahan kering (Dry Matter Intake/DMI). Sapi biasanya butuh makan sekitar 2,5-3% dari berat badannya (dalam bentuk berat bahan kering).
Kualitas rumput yang diberikan juga perlu diperhatikan. Kalau rumput yang diberikan sudah tua dan keras, sapi cepat merasa kenyang, padahal nutrisinya sedikit. Karena itu, gunakan rumput yang masih segar dan muda agar sapi makan lebih banyak dan lahap.
Untuk pemberian konsentrat, upayakan untuk mengetahui kandungan konsentrat yang diberikan. Biasanya informasi ini disertakan dalam label produk. Berikan konsentrat sesuai dengan fase dan kebutuhan sapi.
Air adalah pakan yang paling murah tapi paling penting. Sapi non-laktasi membutuhkan air sekitar 50-70 L/hari, sedangkan sapi laktasi tinggi membutuhkan air sebanyak 100-200 L/hari.
3. Cara Penyajian
Pastikan pakan tidak terbuang percuma. Dari segi nutrisi, ini penting untuk memastikan kebutuhan sapi bisa tercukupi. Dari segi ekonomi, ini sangat penting untuk efisiensi biaya dan menjamin keuntungan usaha.
- Sapi itu pintar, mereka suka memilih konsentrat yang enak dan meninggalkan rumputnya. Karena itu, campurlah pakan dengan baik agar setiap suapan sapi mengandung nutrisi yang lengkap (karbohidrat, protein, dan serat).
- Sapi memiliki penciuman yang sangat sensitif. Jika tempat pakannya bau busuk atau ada sisa pakan yang berjamur, mereka akan mogok makan. Bersihkan sisa pakan setiap hari.
- Sesekali dorong pakan yang berserakan agar mendekat ke jangkauan mulut sapi. Ini adalah cara sederhana untuk memancing sapi makan lagi.